LENSARIAUNEWS.COM |PEKANBARU – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau akan melakukan Aksi Damai di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru pada Selasa 25 Juni 2024 mendatang.

Pemberitahuan Aksi Damai yang bertema #SavePendidikanRiau itu, sudah dikirimkan oleh Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Rio Saputra ke Polresta Pekanbaru dan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau pada Jum’at (21/06/2024).

Menurut Rio, tema aksi yang di usung adalah gambaran betapa Bobrok dan Mirisnya Dinas Pendidikan Riau, yang seharusnya menjadikan Daerah Riau sebagai Kiblat Pendidikan, malah dijadikan ajang Jual Beli Proyek, Tukar Guling Proyek oleh Oknum Sekretaris Umum Disdik Riau, dan Oknum Kabid SMA dan SMK.

“Save Dinas Pendidikan Riau, itulah kata yang pantas kita ucapkan saat ini, atas Miris dan Bobroknya Instansi Disdik Riau, kami sebagai anak muda dan Mahasiswa Riau sangat perihatin melihat keadaan Internal di Lingkup Disdik Riau saat ini, ada beberapa bukti jual beli proyek yang ada didalam Disdik Riau, belum lagi kongkalikong Proyek antara Oknum Disdik Riau dengan beberapa orang demi menutupi kebobrokan mereka didalam, sangat miris melihatnya,”ujar Rio kepada Media, Jum’at (21/06/2024).

Selain itu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau juga menyoroti Kinerja Sekretaris Umum Dinas Pendidikan Riau yang diduga menjadi Aktor Pembagian Proyek Dinas pendidikan yang diduga tidak sesuai dengan mekanisme penunjukkannya, begitu juga dengan beberapa Proyek Bidang SMA, yang diduga adanya indikasi Korupsi pada pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA 19 Pekanbaru, SMA 17 Pekanbaru, Pembangunan Ruang Labolatorium SMA 3 Pekanbaru, Kontruksi Ruang Kelas SMA 10 Pekanbaru, yang diduga pengerjaannya tidak sesuai Spesifikasi.

“Kami selaku Mahasiswa dan Pemuda Riau minta Sekretaris Disdik Riau di Usut tuntas Terkait adanya dugaan bagi – bagi proyek, meminta APH mengusut semua kegiatan saat Sekretaris Disdik menjabat Kabid SMK,”tegas Rio.

Adapun tuntutan pemberitahuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Riau diantaranya :

1. Usut tuntas adanya jual beli proyek yang terjadi di Kabid SMA, diduga melakukan jual beli proyek kepada salah satu Oknum yang tidak sesuai Mekanisme.
2. Adanya dugaan tukar beli kegiatan kepada Oknum yang diduga melakukan pemberian Proyek berbentuk Uang Tunai/Jaminan kongkalikong.
3. Meminta dengan tegas kepada APH untuk memeriksa Sekretaris Dinas Pendidikan Riau diduga melakukan bagi – bagi Proyek.
4. Meminta APH Usut tuntas beberapa Proyek Bidang SMA, yang diduga adanya indikasi Korupsi pada pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA 19 Pekanbaru, SMA 17 Pekanbaru, Pembangunan Ruang Labolatorium SMA 3 Pekanbaru, Kontruksi Ruang Kelas SMA 10 Pekanbaru, yang diduga pengerjaannya tidak sesuai Spesifikasi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *