Dumai,LENSARIAUNEWS.COM/Sekaran warga yang tinggal di wilayah perbatasan dumai-rohil tidak perlu lagi mencari bekapan dari partai politik dan lainnya jika ingin bertani dan jadi nelayan, Paska terjadinya bentrok pisik beberapa tahun lalu yang sempat membuat trauma para petani dan nelayan diwilayah senefis hingga mekarsari, Kini masyarakat yang tinggal disana sudah dapat bekerja dengan santai tanpa adanya intimidasi dan intervensi dari pihak manapun juga.(Sabtu 15 Juni 2024)

Pasalnya, Isu-isu miring yang selalu didapat para petani dan para nelayan sudah dapat terjawab dan terselesaikan, Dari mulai isu adanya klaim dari ahli waris datok laksamana raja di laut ke IV dan isu wilayah perbatasan sehingga menimbulkan pergesekan antar warga dumai dan warga rohil semuanya sudah terjawab dan kini tidak ada terjadi komplik-komplik seperti dulu yang sempat menimbulkan korban nyawa.

Upaya demi upaya terus dilakukan dari mulai tahun 2014 dan pada 12 Oktober 2019″JONI CANCER AKBAR”selaku ahli waris dari datok laksamana raja di laut ke IV telah resmi mencabut surat pernyataan yang dibuat di Bengkalis dan menghapuskan isu yang selama ini terjadi di lapangan, sementara isu perbatasan juga telah ditetapkan oleh kemendagri bahwasannya daerah senefis hingga mekarsari telah ditetapkan menjadi wilayah hukum kota dumai.

Dengan terjawab nya isu-isu tersebut maka para warga petani dan nelayan disana sudah dapat bekerja dengan santai, hanya sedikit dibutuhkan perbaikan atau perubahan SK dari warga rohil yang ingin berdomisili dan tinggal di daerah tersebut.

Sementara Tim Satgas Investigasi Hukum Terpadu saat bertemu dengan KemenLH melalui sekretaris balai BPKH-Riau yang tidak ingin namanya dipublikasikan, beliau menyampaikan”Masyarakat dumai dapat melakukan pengajuan permohonan pelepasan kawasan perlima hektar melalui program tora, dengan dibuktikan kepemilikan hak tanah yang telah lama dikelola dengan baik”Ucapnya.

Tapi kalau berdiskusi masalah perbatasan dumai-rohil, fokus aja dulu untuk penyelesaian tempat tinggal atau legalitas rumah warga setempat yang berada disitu”Tutupnya.(Adul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *