LENSARIAUNEWS.COM |Bengkalis – Ditengah gencar – gencarnya pembinaan prestasi atlit yang dilakukan oleh pemerintah untuk lebih berprestasi dan sejahtera, Malah kejadian miris kembali menimpa sejumlah Atlit yang berasal dari kabupaten Bengkalis, Yakni para atlit dari cabang olahraga Petanque dimana diduga dana TC dan dana uang saku mereka dipotong oleh pelatih mereka.

Salah seorang Atlit Petanque yang enggan namanya dipublis dan sebut saja MI kepada media menuturkan, Bahwa pemotongan itu terjadi pada saat Porprov Riau yang dilaksanakan dikabupaten Kuansing pada tahun 2023 lalu, Ia menuturkan bahwa uang TC yang ia dan atlit lain terima hanya 2-3 jutaan serta uang saku hanya 1.3 juta.

MI juga menambahkan, Setelah kami cek ke KONI bengkalis, Ternyata kami mendapatkan uang TC rp.5.7 juta dan uang saku rp.1.5 juta, Sehingga teman-teman atlit sangat kecewa apalagi penyaluran dari KONI tidak segitu jumlahnya.Tambah MI

“Ada juga atlit yang hanya menerima rp.2 juta bang, Dan ternyata potongan itu dilakukan oleh pelatih kami”.Ucap MI miris.

AA, Juga salah seorang atlit yang lebih senior menuturkan, Bukan cuma dana TC, Tetapi juga uang saku porprov, Uang saku kejurnas, Uang saku selekda dan uang saku praPON yang dikatakan ada sebelumnya tapi tidak sampai ketangan atlet.

Untuk pemotongan dana TC porprov berbeda-beda tiap atlet. Atlet junior/ pelajar mereka hanya menerima setengah sekitar 2-3 jutaan, sedangkan senior menerima 3-4 jutaan, Untuk uang saku porprov kami menerima 1,3 juta, 200rb dipotong untuk pembelian baju kata mereka.Sebut AA.

AA melanjutkan, Saat kami konfirmasi setelah selesai Porprov kepada KONI, Dan ternyata besaran uang yg diterima atlet sebenarnya 5,7 juta untuk TC berjalan dan TC penuh, Serta 1,5 juta untuk uang saku sedangkan kami tidak terima segitu, Dan untuk baju ternyata juga KONI yang menanggung semuanya. Disitu juga kami menanyakan uang saku kejurnas juga ada dari KONI namun tidak ada sampai ketangan atlet.Lanjut AA.

“Setelah pulang porprov, kami duduk bersama pengurus dan pelatih perpisahan sekaligus meminta uang sisa TC kami. Namun mereka bilang nanti di transfer setelah dirumah, Tapi sudah beberapa hari belum ada kejelasan. Dan beberapa atlet menchat pengurus. Namun juga tidak dibayar dengan alasan ada pemotongan uang makan dan akomodasi atlet selama disini yg belum dihitung. Kami pun kaget karena tidak ada konfirmasi sebelumnya untuk pemotongan-pemotongan ini, Untuk uang saku kejurnas dan praPON katanya ada nanti di kasi setelah cair. Namun sudah beberapa bulan belum ada juga diberikan”. Jelas AA Gamblang.

AA kemudian juga menambahkan, Untuk bonus langsung kerekening atlet/ mengambil langsung ke Dispora. jadi tidak ada pemotongan, Tapi sempat diminta jatah namun atlet menolak.Cakap AA.

Saat awak media bertanya apa yang didinginkan para atlit saat ini, Baik AA dan MI mengungkapkan, Harus ada sanksi atau teguran tegas untuk mereka oknum – oknum ini dan jika perlu diganti orangnya dan apa yg menjadi hak-hak kami sebagai atlet dikembalikan serta untuk kedepannya tidak ada lagi terjadi pemotongan2 ini hargai perjuangan kami sebagai atlet. Ujar mereka.

Dan saat awak media menanyakan kembali, Apakah Para atlit akan menempuh jalur hukum terkait persoalan ini, AA mengatakan, “Ya kami para atlet siap tempuh jalur hukum jika yg bersangkutan masih memimpin/mengurus dan tidak segera mengembalikan hak-hak atlet karena semua kami atlet sudah dikeluarkan dari grup dan tidak dianggap lagi sebagai atlet bengkalis. ibarat kata dibuang secara tidak hormat”.Ucapnya.

Pelatih Petanque Bengkalis FR saat dimintai keterangannya oleh media ini melalui sambungan seluler mengatakan dan meminta untuk jangan menaikkan berita ini serta akan memberikan keterangan lengkapnya, “Jangan dulu dinaikkan ya bang, Saya juga sudah berjumpa dengan para atlit dibengkalis”.Tuturnya.

Namun hingga berita ini ditayang sang pelatih FR belum juga memberikan keterangan lengkapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *