Pinggir,-LENSARIAUNEWS COM./ Kerusakan lingkungan dan bencana alam adalah akibat aktivitas penambangan ilegal masih PR besar di Negri kita ini .Seperti hal yang sama di Desa Semunai Rt 11 Kecamatan Pinggir,Kabupaten Bengkalis,Propinsi Riau ,disampaikan oleh warga setempat kepada awak media .Masyarakat setempat sangat merasa resah dan sangat terganggu dengan kegiatan galian C yang sedang berlangsung di Desa Semunai tersebut .
Masyarakat setempat khususnya RT11 meminta supaya pengawasan terhadap aktivitas galian C tersebut supaya di tingkatkan lagi oleh yang berwewenang .
Menurut warga setempat yakni: Fransiskus sitohang,Bintora Tamba,Gunawan nainggolan,dan Markus Banjar nahor,bahwa aktifitas galian C tersebut sangat membuat kami warga resah , karena pada saat kemarau mengakibatkan folusi udara yaitu abu yang sangat menganggu pernafasan dan mencemari lingkungan ,dan pada saat musim hujan mengakibatkan jalan licin akibat tanah yang bertaburan dari mobil pengankut tanah dan berserakan di jalan.
Menurut pangakuan warga tersebut adapun perusahaan yang melakukan kegiatan galian C adalah berinisial PGN( perusahaan Gas Negara) dan PP( Pembangunan perumahan).
Dan dari hasil investigasi awak media perusahaan tersebut tidak ada mendirikan plank nama perusahaan di lokasi kegiatan galian C tersebut.
”Kami berharap agar kegiatan galian C itu di berhentikan karena sangat berdampak buruk bagi lingkungan, dan sangat berharap agar galian C itu bisa di tertibkan aparat. Yang menyalahkan dalam hal ini yang ada di wilayah Desa Semunai kecamatan pinggir kabupaten Bengkalis Propinsi Riau,karena mengakibatkan kerusakan lingkungan ,oleh pengusaha – pengusaha yang hanya mengambil keuntungan kapan saja,tanpa memikirkan efek buruk juga bagi warga setempat” katanya”( RT 11.syarif) kamis 8/ 2/2024.
Menurut keterangan PJ( Pejabat Sementara) kepala Desa Semunai,lewat handpone kepada awak media bahwa perusahaan PGN( perusahaan Gas Negara) dan PP ( pembangunan perumahan) tidak pernah berkoordinasi kepada PJ( pejabat sementara) Desa Semunai .
Dan diduga PGN ( perusahaqn Gas Negara) dan PP( perusahaan perumahan) galian C ilegal karena tidak ada pasang plank PT di tempat galian C tersebut dan tidak meninggalkqn berkas apanpun di kantor kepala Desa Semunai ( tidak berkoordinasi).
Meskipun blom menelan korban jiwa ,namun warga berhak agar galian C tersebut supaya secepatnya di hentikan .Dan sesegera mungkin untuk di tutup karena sangat meresahkan ” ujarnya”Bintora Tamba salah satu warga .
Berharap kami warga kepada pemerintah supaya memperhatikan keafsahan perizinan galian C supaya tidak semarak galian C tanpa izin,agar sesuai dengan tehnis regulasi yang ada sesuai dengan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021,tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan ” ungkapnya” Fransiskus Sihotang.( L.sinaga).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *