LENSARIAUNEWS.COM |KAMPAR – Persoalan terkait lahan seakan tiada henti terjadi di bumi lancang kuning, Kali ini masyarakat Kepau jaya bersama Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu melaksanakan aksi demo terhadap salah seorang pengusaha berinisial SW yang menguasai lahan sebesar 781.44 hektar yang terletak di desa Kepau jaya, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar dengan status lahan Hutan Produksi Konversi(HPK) dan Hutan Produksi Terbatas(HPT).

Menurut informasi yang dihimpun media ini, Aliansi Masyarakat Kepau Jaya Dan Mahasiswa Riau Bersatu Akan aksi yang lebih besar pada hari kamis 18/01 nanti Dikantor gubernur Riau jalan Sudirman pekanbaru.

Adapun tuntutan Masyarakat dan aliansi Mahasiswa Riau Bersatu adalah sebagai berikut:

1. Meminta Gubernur Riau Untuk tegas menindak Saudara SW atas penguasaan lahan secara ilegal di Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar sebagaimana Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang.

2. Meminta Gubernur Riau beserta Pejabat berwenang untuk dapat menyelesaikan permasalahan atas pengelolaan lahan secara ilegal oleh SW yang merugikan Negara dan Masyarakat Adat Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar .

3. Meminta Gubernur Riau untuk mementingkan kepentingan Rakyat yaitu masyarakat Adat Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar atas penguasaan lahan oleh saudara SW seluas 781,44 Hektar yang sebagaimana yang dimaksut putusan Pengadilan Negeri Bangkinang bahwa saudara SW telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum atas penguasaan lahan tersebut.

Kemudian Korlap aksi Guntur Yurfandi atas nama masyarakat juga menuntut:

1. Bahwa SW telah menduduki lahan seluas 781,44 Hektar dengan status HPK (Hutan Produksi Konversi) dan HPT (Hutan Produksi Terbatas) yang berada di Desa Kepau Jaya, Kcamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau sejak Tahun 2000;

2. Bahwa penguasaan tersebut Saudara SW tidak memiliki perizinan dibidang kehutanan serta tidak memiliki Hak Guna Usaha dalam mengelola lahan tersebut;

3. Bahwa sebagaimana Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang pada tanggal 24 Februari 2014 atas Gugatan Yayasan Riau Madani yang pada intinya:
a. Perbuatan SW atas penguasaan lahan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum
b. SW diminta untuk mengembalikan lahan tersebut kepada status dan fungsinya kembali dan mengosongkan serta menyerahkan lahan seluas 781,44 Hektar Kepada Negara ( Kementerian Kehutanan RI).
c. Memerintahkan kepada Dinas kehutanan Kabupaten Kampar agar mengelola menjaga serta mengamankan lahan seluas 781,44 Hektar

4. Bahwa berdasarkan putusan pengadilan tersebut SW tidak melakukan upaya hukum apapun maka putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (Inkrah).

5. Bahwa berdasarkan hal tersebut Saudara SW tidak mematuhi putusan Pengadilan Negeri Bangkinang, telah terjadi pengangkangan hukum oleh Saudara SW serta Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar.

6. Bahwa berdasarkan pertimbangan serta kemanfaatan bagi masyarakat tempatan desa kepau jaya banyak yang tergolong kurangnya kesejahteraan perekonomian maka berdasarkan asas kemanfaatan serta amanat sebagaimana dalam Pasal 33 Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 maka lahan tersebut dapat bermanfaat bagi kesejahteraan serta peningkatan perekonomian bagi masyarakat kepau jaya.

7. Bahwa perlunya Kehadiran pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflik anatara masayarakat adat Desa Kepau Jaya terhadap SW yang merugikan Negara Serta Masyarakat atas perbuatan melawan hukum dan pengengkangan hukum dilakukan oleh Saudara SW yang hanya menguntungan diri sendiri.

Di akhir, Korlap Aksi Guntur Yurfandi Mengatakan, “Mudah-mudahan Gubernur Riau Edy Natar Nasution bisa membantu dan menampung aspirasi masyarakat Desa Kepau Jaya,” ucapnya berharap. Selasa (16/1).

Menurut informasi yang dihimpun media ini, Aliansi Masyarakat Kepau Jaya Dan Mahasiswa Riau Bersatu Akan aksi yang lebih besar pada hari kamis 18/01 nanti Dikantor gubernur Riau jalan Sudirman pekanbaru.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *