LENSARIAUNEWS.COM |PEKANBARU – Sempat viral tragedi beberapa bulan lalu terkait ASN di Kota Pekanbaru pada Selasa (8/8/2023), memergoki perempuan selingkuhan suaminya di RS Pekanbaru Medical Centre (PMC).

Peristiwa itu berdampak terhadap Mel (Aparatur Sipil Negara di Pemerintahan Provinsi Riau). Tubuhnya mengalami luka dibeberapa bagian pasca terseret saat mobil yang dikemudikan oleh CAS (wanita selingkuhan suami) menabrak Mel.

Sementara RDL suami yang kini telah menjadi mantan suami dari Mel, malah kabur dengan CAS selingkuhan RDL. Atas kejadian tersebut Mel sang wanita malang inipun membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.

Buah dari laporan tersebut, akhirnya CAS resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Mulyadi Ranto Manalu SH MH sebagai Penasihat Hukum yang mendampingi Mel pada Jumat (5/1/2024) membenarkan hal tersebut.

“Ya, Kami telah menerima pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan tertanggal 15 Desember 2023 lalu. Pada surat tersebut memuat bahwa saudari CAS sudah ditetapkan sebagai tersangka,” terang Mulyadi.

Lanjutnya, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Reskrim Polresta Pekanbaru.

“Terimakasih kepada Reskrim Polresta atas ditetapkannya tersangka terkait peristiwa keji yang dialami klien saya ini,” kata Mulyadi sambil berharap secepatnya berkekuatan hukum tetap.

Terakhir Mulyadi yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC GRANAT) Kota Pekanbaru menyinggung terkait telah dikabulkannya Gugatan Perceraian Mel.

“Kami bangga kepada Mel, meskipun harus dengan pertimbangan matang telah berjuang sejauh ini. Akhirnya gugatan cerai yang kami ajukan ke Pengadilan Agama Pekanbaru telah dikabulkan.

Tepatnya pada Kamis tanggal 4 Januari 2024 Pengadilan Agama Pekanbaru telah mengeluarkan putusan.

Adapun amar putusannya yakni:
MENGADILI
1. Mengabulkan gugatan Penggugat
2. Menjatuhkan talak ba’in sughra Tergugat (Randy Dio Lesmana Bin Taufik) terhadap Penggugat (Melaty Riza Binti Syafril Riza);
3. Menetapkan Penggugat sebagai pemegang hak hadhanah (pemeliharaan) atas anak bernama Aysq , perempuan umur 11 tahun dan Ayu, perempuan umur 9 tahun, dengan kewajiban Penggugat memberikan akses yang cukup kepada Tergugat untuk bertemu dengan anak tersebut demi kepentingan anak.
4. Menghukum Tergugat untuk memberikan nafkah pemeliharaan anak-anak Penggugat dan Tergugat sejumlah Rp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulan sampai anak tersebut dewasa atau mandiri dengan kenaikan sebesar 10% (sepuluh persen) setiap tahunnya diluar biaya pendidikan dan kesehatan ;
5. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sejumlah Rp.305.000.- (tiga ratus lima ribu rupiah).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *