LENSARIAUNEWS.COM |PEKANBARU – Polemik soal Perparkiran di Kota Pekanbaru saat ini terus menarik perhatian masyarakat. Tak hanya soal pelayanan dan Perwakonya saja yang dinilai tidak sesuai, namun juga terkait Kepala UPT Perparkiran Kota Pekanbaru Radinal Munandar yang diduga mendapatkan insentif cukup besar dari penarikan retribusi perparkiran di Kota Pekanbaru yang saat ini dikelola melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Namun tak berhenti sampai disitu saja, saat ini Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Radinal Munandar yang tengah menjalani pendidikan di Bogor, ternyata juga dibiayai oleh APBD Kota Pekanbaru.

“Dari APBD Pekanbaru (biaya pendidikan),” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru Irwan Suryadi, Selasa (7/11/2023).

Ia mengatakan adapun pendidikan yang dijalani adalah Diklat Teknis. “Itu Diklat Teknis, itu Diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang di Bogor,” Cakapnya.

Untuk pelaksanaan pendidikan itu biasanya selama dua bulan.

“Pelaksanaannya itu biasanya sekitar biasa 2 bulan. Kalau pembiayaan itu dari APBD Pemko Pekanbaru,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Radinal Munandar diduga mendapatkan insentif yang cukup besar dari penarikan retribusi perparkiran di Kota Pekanbaru. Insentif tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) parkir yang saat ini dikelola melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Besaran insentif yang diterima Kepala UPT Perparkiran Dishub Kota Pekanbaru Radinal Munandar itupun disinyalir lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan nilai TPP se level Kepala Dinas dan Sekretaris Daerah (Sekda) di Kota Pekanbaru.

Dalam Perwako nomor 9 tahun 2022 tentang Pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Unit Pelaksana Teknis Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru di halaman 55 yang membahas soal Remunerasi, disebutkan selain gaji, pejabat pengelola dan pegawai profesional BLUD juga mendapatkan yang pertama adalah tunjangan tetap yaitu imbalan kerja berupa uang yang bersifat tambahan pendapatan diluar gaji.

Perparkiran Kota Pekanbaru Radinal Munandar untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun ketika ditelpon yang bersangkutan tidak pernah mau mengangkat. Saat ini yang bersangkutan juga tengah menjalani pendidikan.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini tengah bersiap melakukan evaluasi kepada sejumlah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Ada sekitar 23 BLUD yang ada di Kota Bertuah di bawah naungan Pemko Pekanbaru. Semuanya akan dilakukan evaluasi, salah satunya adalah BLUD parkir.

“Kita ada yang namanya tim evaluasi BLUD. Jadi memang bukan hanya BLUD parkir tapi semua BLUD yang ada di Kota Pekanbaru. Ada sekitar 23 BLUD, semua dalam proses evaluasi. Termasuk itu juga BLUD parkir,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdako Pekanbaru Edi Susanto, Rabu (1/11/2023).

Ia mengatakan Silpa itu didapatkan ketika ada kelebihan belanja operasional yang tidak terpakai dalam satu tahun anggaran. Misalnya dalam RBA mereka menuangkan Rp10 miliar belanja Operasional, ternyata cuma terpakai Rp6 miliar, maka Rp4 Miliar itu yang dikembalikan ke Kas daerah sebagai Silpa. Itulah PAD yang masuk.

“Jadi memang 60:40 itu sudah dituangkan di remunerasi. Itulah dia. Semua kembali ke BLUD dulu. Setelah adalah sisa baru kas daerah,” terangnya.

Saat disinggung Pemko hanya mendapatkan PAD yang sangat sedikit, Edi mengatakan secara regulasi seperti itulah kondisinya dan itulah yang saat ini akan dievaluasi.

“Makanya hari ini di dalam Perda PDRD yang sudah disahkan beberapa waktu lalu dan disetujui oleh DPRD dan saat ini sedang dalam tahap penomoran persetujuan di Kementerian, pihaknya juga akan mencoba meninjau ulang lagi remunerasi yang ada di Perwako,” jelasnya.

Karena semua Perwako yang terkait dengan retribusi dan pajak itu dengan adanya Perda itu, semua dicabut. “Termasuk remunerasi nya juga bakal dicabut dengan adanya Perda PDRD itu,” pungkasnya.(ril)

Sumber:cakaplah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *