LENSARIAUNEWS COM./Bathin Solapan,Bengkalis–Sarmi warga Simpang Puncang RT 003/RW 008,Desa Boncah Mahang,Kecamatan Bathin Solapan mengeluhkan ke media ini yang mana tanah kebun miliknya yang terletak di RT 001/ RW004,Desa Sebangar,Kecamatan Bathin Solapan seluas 2 hektare telah  diserobot dan dirusak.Penyerobotan dan pengerusakan tanah kebun miliknya diduga dilakukan oleh pihak PT Besmindo.

Sebelum terjadinya penyerobotan dan pengerusakan tanaman kelapa sawit dan karet seluas 2 Hektare milik Sarmi,menurut nya empat bulan berlalu adanya rencanakan pembelian lahan tersebut oleh pihak PT Besmindo.

” Saat itu saya dipertanyakan,terkait ladang saya akan  dibayar oleh PT Besmindo,dan tidak akan dikerjakan sebelum dibayar .Akan tetapi beberapa hari kemudian saya dipanggil dan saya datang kelahan tersebut ,ternyata ladang saya sudah dirusak tanaman kelapa sawit dan karet.PT Besmindo dengan se-enaknya ingin membayar tanah kebun saya dengan harga RP 20000000( dua ratus juta rupiah).Dan saya pun tak setuju dengan harga segitu karena tidak sesuai .Sedangkan lahan pak Tamar yang serupa  di kerjakan oleh PT Bosmindo dibayar seharga 580000000( lima ratus delapan puluh juta rupiah) ” Ungkap Sarmi ke Media ini Jum’at 27 /10/ 2023.

Penyerobotan dan pengerusakan tanaman kelapa sawit dan karet seluas 2 Hektare diduga dilakukan oleh PT Besmindo,yang mana lahan tertsebut terletak di RT 001/ RW004,Desa Sebangar,Kecamatan Bathin Solapan. Ada pun penghasilan Sarmi lebih kurang 6 juta setiap bulannya dari hasil ladang tersebut.Dalam hal ini selama 4 bulan ini Sarmi sangat di rugikan,keluh Sarmi kemedia ini.

Menurut keteranaga ibu Sarmi dia sudah sangat susah karena tidak ada penghasilan selama empat bulan,karena lahanya sudah di rusak oleh PT Besmindo .Penyerobotan dan perusakan tanaman dalam lahan saya diketahuai oleh Sekdes Desa Sebangar,Ahmad Zais, RT setempat Syukur Nasotion ,Humas lapangan Hairul Panjaitan , penyerobotan lahan ini di komandoi oleh Saido sebagai Menejer PT Besmindo.

Persoalan yang kini dialami oleh Buk Sarmi berharap pemerintah setempat dapat membantu menyelesaikannya.

( L.sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *