LENSARIAUNEWS.COM | KUANSING – Sebuah mobil mini bus berwana putih dengan nomor Polisi, BG, 142X BQ diduga menggedarkan rokok ilegal Rokok merek HD sudah lama beredar di Kabupaten Kuantan Singingi.(30/09/23).

Bos atau distributornya seakan menjadi orang terkuat diRiau, Belum pernah tersentuh hukum. Padahal, kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal tersebut miliaran rupiah.

Sangat masuk akal, rokok merek HD ini menjadi rokok yang buru saat ini, Bukan hanya kalangan dewasa. Pelajar pun banyak yang mengisap rokok ini. Ini karena harganya murah, sesuai kantong para pelajar hanya Rp 12.000 per bungkus.

YKP, pemilik warung di kecamatan Singingi mengatakan bahwa setiap harinya, ia menjual rokok merek HD,rokok HD ini ada tiga macam wana bungkusnya ada yang hitam dan putih juga ada yang merah minimal 15 bungkus atau satu slop lebih setiap harinya.

“Begitu murah, jadi banyak yang mau. Kalau satu hari minimal 15 bungkus. Makanya seminggu mau terjual sampai 12 slop,”ujarnya.

Padahal, di Kuansing ada ribuan warung atau kios kecil yang menjual rokok. Artinya, dalam sebulan rokok HD terjual ribuan hingga belasan ribu slop. Artinya cukai yang dihindari sudah sangat besar.

Menurut Yonheri dari LSM Gakorpan menilai bahwa kerugian negara sangat besar kalau sudah beredar lama di kabupaten Kuansing

Itu sangat besar kerugian negara. Apalagi sudah lama beredar di kota Jalur, Miliaran rupiah itu (kerugian negara, red). Makanya diharapkan bos nya dan pengedarnya harus ditangkap,”Harapnya.

Ia yakin petugas bea cukai bisa mengetahui, gudang dan distributor rokok merek HD dan rokok non cukai lainnya di Kuansing.

“Saya yakin bisa tahulah. Kan beredarnya secara terbuka. Tinggal tanya aja kios dari mana membeli rokok itu dan telusuri. Nah, Pasti akan dapat itu distributor nya”.Tutup Yonheri

Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, diharapkan terus memberikan sosialisasi kepada pemilik toko dan masyarakat Kota Pekanbaru, terkait ciri ciri dan dampak peredaran rokok ilegal yang bermerek HD tersebut. Namun , Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Bea cukai Pekanbaru belum memberikan konfirmasinya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *