LENSARIAUNEWS.COM |Pekanbaru – Jangankan sukses dapat keuntungan finansial, modus investasi justru timbulkan kerugian sebesar Rp2 Miliar berujung pada pelaporan pidana, Senin (25/9).

Sebanyak 69 orang yang menginvestasikan modal terpaksa menempuh jalur hukum. Mereka melalui pendamping kuasa hukumnya, DR Endang Suparta SH MH CME dan rekannya Friska Yulia Sari SH MH, Whisnu Kumala SH MH, Amrizal SH, Aldo Fathurrahman SH menyampaikan laporan ke Polda Riau, Senin (25/9).

“Seorang wanita inisial Mrt yang mengaku sebagai CEO PT.QPI kami laporkan karena diduga telah melakukan penipuan,” imbuh DR Endang.

Mrt ini awalnya mengumumkan kepada para investor disalah satu hotel di Pekanbaru dengan didampingi oleh pengacaranya bahwa perusahaan mereka merugi dan investasi di stop.

“Tepatnya pada 19 September 2023 lalu, mereka menyampaikan ke klien kami bahwa perusahaan mereka telah merugi dan investasi tak bisa dijalankan lagi. Sementara pengembalian modal awal akan dilakukan di enam bulan berikutnya yaitu dibulan Maret 2024 itupun dengan cara di cicil,” jelasnya.

Tindakan itu, lanjut DR Endang diduga merupakan perbuatan yang disengaja untuk upaya lari dari tanggung jawab.

“Tak dapat diterima oleh klien kami, pasalnya Mrt juga menyampaikan bahwa modal yang akan dikembalikan harus dikurangi dengan bunga keuntungan yang sudah didapat oleh investor,” kata DR Endang lebih mendalam.

Berdasarkan hal itu, kami menilai ini merupakan bisnis investasi abal-abal karena tak sesuai pola sebagaimana yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami berharap Polda Riau segera melakukan tindakan, agar tak ada lagi korban yang berkelanjutan. Semoga yang bersangkutan segera di tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harap DR Endang.

Mrt berdasarkan informasi lanjut, bukan pertama kalinya menjalankan bisnis yang diduga investasi abal-abal alias bodong. Sebelumnya di daerah Kabupaten Pelalawan Mrt juga telah melakukan hal yang sama, namun berhasil lari dari tanggungjawab pidananya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *