LENSARIAUNEWS.COM |PEKANBARU – Wakil Ketua KNPI Kota Pekanbaru Supriadi mengomentari PT. Tirta Siak yang merusak jalan di kota Pekanbaru untuk galian pipa air bersih perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Siak.Rabu (20/09/23).

Akibat galian ini banyak jalan yang rusak sehingga dapat membahayakan bagi masyarakat pengendara yang lewat

namun akhir-akhir pekan ini semakin banyak jalan yang rusak sehingga jalan pun semakin macet khususnya di jalan Sudirman pipa di biarkan berhari hari di jalan tersebut, yang ironinya banyak juga jalan yang tidak di perbaiki dengan sepenuhnya setelah di gali.

“Coba lihat bagaimana mereka mengerjakan pekerjaan sangat jauh dari keselamatan kerja. Pekerja tidak memakai sepatu alat pelindung kaki. Apa perlu ada korban dulu baru menerapkan K3???” Ucapnya

Supriadi menyebutkan pihak kontraktor PT. Tirta Siak harusnya bertanggung jawab kepada seluruh kerusakan jalan begitu juga kerugian pengendara yang berbahaya akibat jalan rusak tersebut, seperti pengendara yang jatuh akibat sisa tanah yang di timbun di pinggir jalan, bahkan lebih detailnya
harusnya kerugian masyarakat dalam kemacetan tersebut harus di tanggung jawabi pihak PT. Tirta Siak.Tambah Supriadi

Supriadi pun menyampaikan kepada awak media sejauh ini yang kita ketahui PDAM Tirta Siak pun belum ada kejelasan terkait laba yang kita ketahui PT.Tirta Siak tersebut cuma menghabiskan APBD untuk biaya operasional lalu apa gunanya Perusahaan tersebut kalau hanya untuk mendapatkan kerugian ucap supriadi

Supriadi pun menegaskan jikalau PT. Tirta Siak Masih merusak jalan dan tidak ada tanggung jawab terhadap seluruh jalan jalan yang rusak yang menyebabkan pengendara dapat berbahaya dan macet berkepanjangan maka Wakil Ketua KNPI Kota Pekanbaru tersebut tidak akan tinggal diam.

“Kami menilai tak ada perubahan apa apa semenjak direktur dipegang oleh bapak agung anugrah. Banyak juga masyarakat yang menyampaikan kepada kami terkait pelayanan BUMD ini”. Sambungnya.

Mulai dari tarif yang tak wajar yang ditagihkan kepada masyarakat, Kita juga mempunyai data sebuah kantor yang hanya beroperasi dari jam 08.00- 17.00 dikenai biaya 1,2 jt rupiah dalam 1 bulan.

“Bapak Agung sebagai Dirut bisa nggak mengelola BUMD pekanbaru kalo tidak bisa mundur saja daripada perusahaan ini nggak jelas kontribusinya terhadap PAD kota pekanbaru dan jabatan nya sebagai Dirut Harus dievaluasi”. Ujar Supriadi bertanya.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *