LENSARIAUNEWS.COM/Perawang – Tokoh muda Riau kelahiran Siak Sri Indrapura, Dr.Afni Z menginisiasi kegiatan ‘Ngopi, Kemah, dan Diskusi Millenial Siak’ atau Ngemill Asik. Kegiatan perdananya sukes terselenggara di kawasan hutan Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Siak, 9-10 September 2023.

Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Unilak yang juga Tenaga Ahli Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI ini, mengajak generasi millenial Siak berdiskusi tentang upaya perlindungan mangrove di kawasan pesisir, termasuk saling sharing pengalaman di antara peserta. Setiap kegiatan Ngemill Asik sebenarnya dibatasi 12 orang saja.

”Ini agar outputnya gak asal ngopi dan ngumpul, tapi tiap Millenial Siak harus bisa pulang membawa ilmu dan pengalaman baru. Harapannya bisa menginspirasi bersama-sama kita membangun Siak lebih hebat. Karena jumlah Gen Z dan Millenial sangat mendominasi di Siak, maka dalam pembangunan daerah, generasi ini memiliki peran yang sangat strategis dan tidak boleh ditinggal,” ungkap Afni.

”Membangun itu tidak semata fisik atau infrastruktur, melainkan juga pembangunan Sumber Daya Manusia atau SDM. Gen Z dan Millenial Siak harus mampu membaca peluang-peluang yang ada untuk bisa berkontribusi membangun kampung halaman, Siak tercinta,” tambah mantan wartawan Jawa Pos (JPNN) yang pernah bertugas di Istana Kepresidenan ini.

Meski telah membatasi peserta, namun pada kegiatan perdana Ngemill Asik yang hadir tercatat 29 orang yang berasal dari berbagai Kecamatan di Siak. Nantinya kata Afni, tema diskusi akan menyesuaikan dengan persoalan mendasar publik yang ada di Kecamatan tersebut.

”Generasi muda Siak tidak boleh mengeluh apalagi menyerah. Kita harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat, sekecil apapun itu. Masyarakat kita perlu didampingi generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan baru dan mau membagikannya untuk kesejahteraan bersama,” pesan Afni.

Selain ngopi, kemah dan diskusi, para peserta juga diajak untuk kegiatan keakraban dan mendapatkan pengalaman baru mencari lokan. Meski lokan merupakan salah satu jenis spesies hewan khas pesisir, beberapa dari peserta mengaku belum pernah tahu.

”Meski sederhana tapi saya senang melihat generasi muda Siak jadi dapat ilmu baru tentang kekayaan alam pesisir, apalagi Sungai Apit satu-satunya kawasan pesisir di Kabupaten Siak yang saat ini sedang mengalami dampak abrasi cukup parah. Perlu keterlibatan semua pihak mengatasinya,” kata Afni.

Adapun acara Ngemill Asik dilakukan dengan suasana santai dan keakraban. Tidak hanya serius mendengarkan testimoni, para peserta juga tampak antusias memberikan pertanyaan dan saling berdiskusi. Mereka juga antusias mengetahui ilmu tentang mangrove dan sulitnya menjaga kawasan pesisir akibat dampak perubahan iklim.

”Ini suatu pengalaman baru buat saya. Meski sudah backpeker keliling Indonesia, tapi untuk ke lokasi hutan mangrove yang ada di Siak, barulah sekali ini. Alhamdulillah jadi dapat ilmu baru,” kata Bram, salah satu peserta.

”Terimakasih atas acara yang sudah ditaja, ilmu dan pengalaman yang luar biasa, ngemil asik dan keren. Semoga di ngemil selanjutnya dapat bersua dan bercengkrama hangat lagi dengan Ibu, kakak abang panitia, dan peserta lainnya. Salam lestari,” ungkap peserta lainnya Tengku Muhammad Fazlan.

Sementara itu Dian, mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan Ngemill Asik. Karena sebagai generasi muda yang sudah menjadi Ibu Rumah Tangga, ia mendapat pemahaman baru tentang mangrove.

”Saya senang dengan kegiatan tentang alam. Apalagi jadi tahu kalau mangrove ternyata bisa menghasilkan produk UMKM seperti keripik, dodol, sirup dll,” kata Dian.

Sementara itu, Adi selaku penggiat Mangrove Sungai Bersejarah, mengaku senang lokasinya dipilih menggelar kegiatan Ngemill Asik.

”Bagi kami di MSB, Ibu Afni bukan tamu, tapi sudah menjadi bagian dari kami. Beliau termasuk orang Kementerian Jakarta yang paling sering mengunjungi dan membina kami di sini. Harapan kami semoga kegiatan Ngemill Asik ini terus bisa berjalan di lokasi lainnya agar generasi millenial Siak dapat banyak pengetahuan tentang kampung halamannya sendiri,” harap Adi.

 

(Berry / Fiet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *