LENSARIAUNEWS.COM/PEKANBARU–Mahasiswa KKN UNRI sambangi rumah warga untuk melakukan wawancara tentang faktor resiko Stunting serta memberikan edukasi dan pil tablet tambah darah bagi ibu hamil dan ibu menyusui,kegiatan ini mendapat respon baik  oleh warga Desa HangTuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar yang dimulai dari 19 Juli 2023.

Masalah anak pendek (stunting) adalah salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental.

Menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka stunting di Kabupaten Kampar selama 3 (Tiga) tahun terakhir 2019, 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa terjadi penurunan prevalensi stunting dari 32,99 % (tahun 2019) , pada tahun 2020 prevalensi 23,07% , dan pada tahun 2021 terjadi peningkatan prevalensi yaitu 25,7 %. Namun Peningkatan prevalensi ditahun 2021 setelah di evaluasi kasus stunting menurun menurut jumlah anak. Dan salah satu Desa di Kabupaten Kampar yaitu Desa HangTuah sebanyak 41 kasus dan penyebab dari stunting di desa ini adalah faktor pola pengasuhan yang kurang baik.

Dengan kondisi tersebut, Tim Pengabdian FK UNRI bersama dengan Kukerta Integrasi melakukan survei mengenai faktor resiko stunting secara door to door pada ibu hamil dan ibu menyusui dimulai dari 19 Juli 2023 di desa Hangtuah ke beberapa rumah yang ada SP 1 dan SP 2, Desa HangTuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar. Kegiatan survei ini dilakukan dengan mewawancarai ibu hamil dan ibu menyusui serta memberikan edukasi dan pil tablet tambah darah bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang kadar Hb nya dibawah normal

Kegiatan survei ini mendapat respon yang positif baik dari ibu hamil/ibu menyusui dan ibu-ibu kader. Dengan adanya survei secara door to door, ibu hamil bisa segera mengubah pola pikir dan pola asuh agar bayi yang lahir tidak menjadi stunting, untuk ibu menyusui yang mempunyai balita stunting bisa segera memperbaiki baik itu pola pikir, pola asuh, pola makan, sanitasi, dll. Sedangkan untuk ibu kader dapat mengetahui dan mendata ibu hamil dan ibu menyusui yang memenuhi faktor risiko stunting untuk menekan angka stunting di Desa HangTuah. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, ibu hamil dan ibu menyusui yang memenuhi faktor risiko stunting dapat segera di tangani agar tidak berkelanjutan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *