LENSARIAUNEWS.COM | PEKANBARU – Bapenda Pekanbaru melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) menggelar posko layanan pajak yang bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dalam urusan pajak di wilayah kerja masing-masing.

Hal ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Bapenda Pekanbaru, Alek Kurniawan, yang berharap inisiatif tersebut dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.

“Kami berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai layanan ini,” kata Alek pada Senin (17/7). Wali Kota Pekanbaru juga telah memperkenalkan stimulus penghapusan denda pajak daerah untuk menanggulangi tunggakan pajak yang sebelumnya dikenakan denda.

Penghapusan denda pajak ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Pekanbaru ke-239 dan bertujuan untuk mengurangi beban pajak masyarakat.

“Harapan kami adalah program ini dapat memotivasi wajib pajak yang memiliki tunggakan untuk melunasi kewajiban pajaknya, mengingat waktu ini terbatas yaitu hanya dari tanggal 1 Juni hingga 31 Agustus,” tambah Alek.

Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, Bapenda Pekanbaru telah melibatkan timnya untuk melaksanakan sosialisasi aktif mengenai berbagai layanan pajak yang disediakan, baik secara langsung maupun daring. Beberapa layanan dasar seperti pendaftaran, pembayaran, dan pelaporan telah difasilitasi melalui sistem elektronik, yang dapat diakses melalui aplikasi Smart Tax Pekanbaru.

“Kami secara konsisten membuka posko layanan setiap minggu di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, dan melakukan sosialisasi dengan membawa spanduk informatif tentang pajak daerah,” tambah Alek.

Penghapusan denda pajak diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Dengan posko layanan pajak ini, Bapenda Pekanbaru berharap kepatuhan wajib pajak dapat terus meningkat, sehingga berkontribusi pada peningkatan penerimaan pajak daerah, khususnya dari sektor-sektor potensial seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kami optimis bahwa kehadiran posko layanan ini akan membantu meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan berdampak positif pada penerimaan pajak daerah, khususnya dari sektor PBB,” pungkas Alek.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *