LENSARIAUNEWS.COM | Pekanbaru – Bendera kusam dan koyak tegak berkibar disalah satu tempat usaha atau gudang dijalan Seroja Kelurahan Pebatuan Kecamatan Kulim.

Seorang wanita yang mengaku manager pengawas di gudang tersebut adalah cabang dari Prevented Ocean Plastic, berkantor pusat dijakarta.

“Jadi perusahaan ini yang investasi orang inggris, dikelolah oleh pak Danny orang Medan,” bebernya.

Ia menyampaikan jika kondisi itu sudah ia ketahui. “Memang dari awal benderanya ingin dirubah, itukan pas awal 17 Agustus kemarin,” imbuhnya.

Sementara, ketika awak media mempertanyakan hal itu dan menyarankan agar segera melepas bendera. Pihaknya segera menurukan dan menyimpan bendera tersebut kedalam sebuah ruangan.

Dari pantauan awak media, persuhaan ini menampung botol kemasan air mineral bekas yang dipres sehingga kumpulan botol itu menjadi kotak-kotak untuk diangkut kembali.

Sementara pihak Bhabinkamtibmas Jontra.F yang ditemui awak media di kantor Lurah Pembatuan saat dikomfirmasi terkait keberadaan perusahaan menyampaikan akan segera menghimbau kembali.

“Nanti akan kita datangi kembali, namun setelah saya koordinasi ke Kanit terkait adanya bendera kusam dan koyak yang masih dikibarkan itu,” pungkasnya.

Kemudian, apabila memang bendera rusak itu disengaja dipasang padahal sudah mengetahui itu rusak maka bisa dipidana.

Terakhir jika bendera tersebut memang rusak atau koyak akibat beberapa bulan setelah terpasang.

“Sifatnya hanya akan kita berikan teguran dan jika tak dihindarkan maka akan kita proses,” tutupnya.

ATURAN HUKUM
Tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam Pasal 24 huruf c UU 24/2009 ditegaskan, “Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara yang robek, rusak, luntur, kusut, atau kusam”.

Larangan ini juga dipertegas dengan ancaman bagi yang melanggar. Yakni, dalam Pasal 67 huruf b yang berbunyi, “Apabila dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang robek, rusak, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana disebutkan dalam Pasal 24 huruf c, maka bisa dipidana dengan kurungan paling lama 1 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 100 juta.”

Selain larangan pemasangan Bendera Negara yang rusak, beberapa hal lain juga dilarang sesuai ketentuan Pasal 24 UU 24/2009. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *