LENSARIAUNEWS.COM | Pekanbaru – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Riau menggencarkan pemberian telur guna meningkatkan asupan gizi anak balita, baduta stunting, dan ibu hamil berisiko melahirkan bayi tengkes.

“Telur sangat baik bagi ibu hamil, balita, dan baduta yang sudah berisiko stunting agar bisa pulih segera dan stunting bisa dihindari,” kata Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Perwakilan Riau Said Masri dalam keterangan di Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan satu butir telur mengandung sekitar enam gram protein, sejumlah vitamin A, B, D, K, kolin, selenium, yodium, fosfor, besi, dan seng.

Kolin pada telur, katanya, diperlukan untuk kesehatan membran sel di seluruh tubuh dan membantu tubuh menjaga kadar homocysteine di tingkat normal.

“Karena itu pemberian telur kepada keluarga berpotensi stunting adalah gerakan bersama dalam ‘Program Social Movement Semesta Mencegah Stunting’ yang merupakan gerakan mencegah dan menurunkan angka stunting dengan #CukupDuaTelur saja, maka kepedulian ini harus terus berlanjut,” katanya.

Kepedulian memberikan telur kepada keluarga stunting sekaligus dalam upaya percepatan penurunan stunting pada 2024 sesuai target Presiden, yakni 14 persen itu.

Prevalensi stunting pada 2021 di Provinsi Riau tercatat 22,3 persen, mengalami penurunan menjadi 17 persen atau 5,3 persen pada 2022.

“Karena itu kita perlu terus menggiatkan gerakan pemberian telur kepada anak yang berpotensi dan berisiko stunting supaya bisa terhindar dari stunting. Selain itu, BKKBN terus mendorong gerakan Bapak Asuh Anak Stunting dan Kakak Asuh Anak Stunting, dalam rangka percepatan penurunan stunting,” katanya.

Camat Lima Puluh M.Zaid Riyadi melalui sekcam Afrizal Zakir mengatakan pemberian telur saat ini di daerah setempat menyasar tiga kelurahan, yakni Tanjung Rhu, Pesisir Kelurahan Sekip, dan Kota Pekanbaru dengan jumlah 15 anak stunting dan ibu hamil berisiko melahirkan bayi tengkes.

“Alhamdulillah mendapat bantuan untuk mencegah stunting, terutama di Kelurahan Tanjung Rhu. Bapak Pj (Penjabat) Wali Kota Pekanbaru Muflihun juga sudah memerintahkan 22 anak lain yang harus mendapatkan telur dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD) selama enam bulan. Kini sudah berjalan selama tiga bulan,” katanya.

Pemberian telur juga melibatkan dua Kakak Asuh Anak Stunting, yakni Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau diwakili Hasan Liem dan Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Riau Arif Eka Saputra.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *