LENSARIAUNEWS.COM | PEKANBARU  – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengambil alih pengelolaan tiang tumpu fiber optik dari pihak swasta. Pasalnya, keberadaan tiang tumpu fiber optik di Pekanbaru tampak semerawut di beberapa ruas jalan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, akan menertibkan tiang tumpu fiber optik yang berdiri di pinggir jalan. Penertiban tiang tumpu fiber optik tersebut bertujuan untuk merapikan dan menata Kota Pekanbaru yang lebih baik.

Nantinya kata Sekda, dengan penertiban itu tidak ada lagi tiang-tiang fiber optik lima hingga enam titik dalam satu tumpukan.

“Jadi nanti tidak ada lagi tiang-tiang yang ada lima atau enam setumpuk dalam satu titik,” kata Indra Pomi, Jumat (7/7).

Untuk itu, pihaknya pun telah mengumpulkan stakeholder terkait, di antaranya dinas PUPR, BPKAD, Kominfo, dan lainnya untuk berdiskusi bagaimana kerjasama kedepannya.

“Kita berdiskusi bagaimana nanti kita bekerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka menertibkan tiang dan kabel atau fiber optik ini,” terangnya.

Kedepan untuk satu jalan nantinya cukup dengan satu tiang tumpu. Sehingga, semua fiber optik akan digabungkan dalam satu tiang dan tidak perlu penanaman tiang baru.

Untuk menertibkan tiang tumpu fiber optik tersebut, Pemko Pekanbaru akan bekerjasama dengan Forkompinda, asosiasi-asosiasi tiang tumpu yang ada di Kota Pekanbaru.

Karena itu, pihaknya saat ini tengah menyiapkan aturannya. Rencananya, tiang tersebut akan dikelola oleh pemerintah melalui pihak ketiga. Sehingga, pelaku fiber optik hanya perlu menyewa di satu tiang tumpu.

“Misalnya dia sewa tiang tumpu di lokasi pemerintah, kemudian nanti mungkin dari sekian banyak fiber optik, menumpang di satu tiang tumpu itu, dia akan memberikan kontribusi kepada pemko seperti apa. Itu yang akan kita susun dan kemungkinan kita akan kerjasama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Selain itu, Sekda juga mengimbau agat di titik tertentu pemasangan fiber optik dapat dilakukan di bawah tanah atau underground. Ia berharap, di lokasi tertentu dan pusat keramaian dapat menerapkan fiber optik bawah tanah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *