PELALAWAN,(lensariaunews.com) – Taufik Akbar dalam empat bulan terakhir terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait terhadap permasalahan pasar modern Sorek Satu seperti DPRD, Disperindag, Camat dan Lurah Sorek Satu demi terwujudnya pembukaan Pasar Modern Sorek Satu kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan.

Setelah Rapat terakhir pada bulan Maret lalu antara Taufik sebagai Ketua Komunitas Seniman Begerak dengan instansi terkait .

Taufik Akbar kembali mendatangi Disperindag selaku Dinas yg menaungi Proses pasar modern ini untuk menanyakan sejauh mana pasmod ini mendapat perhatian Oleh Pemkab Pelalawan,(4/7)2023).

“Bagaimanapun juga kita konsisten mebgawal dari bawah, sedikit banyaknya akan memberi dorongan pada proses pasar ini.”ucap Taufik.

Setelah lebih kurang 4 bulan terhitung dari bulan maret hingga Juli, menurut informasi dari Kadisperindag,HANAFIE, S.Sos., M.Si mengatakan,Perbup yg sudah mengalami tiga kali perubahan ini akan mencapai final pada minggu ini. Untuk kemudian di teruskan kepada pihak Kemenkumham,diestimasikan, prosesnya akan memakan waktu Hingga Bulan September nanti.

Sebagai bentuk konsistensinya Menyelesaiakan apa yang Di mulai.,Saya akan terus mengawal proses pasar modern ini, sebab diantara banyaknya urusan pemerintah, harus nya pasar Modern ini tetap menjadi prioritas, mengingat maanfaat kedepan yg bisa diterima masyarakat Sorek satu,”katanya.

Sebagai Tokoh Muda yang dari awal mengawal permasalahan Pasmo akan terus konsisten melakukan berbagai cara agar Pasar Modern ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya, hingga pasar ini benar-benar bisa di fungsikan sebagai bentuk kepedulian dan Konsistensinya menyelesaikan apa yang telah berlangsung selama ini.

Intinya, “saya tidak berlepas tangan terhadap progress pasar modern ini, sampai ini betul-betul kita antarkan ke titik Final” dan masyarakat bisa menerima manfaat atas keberadaan pasar di tengah kota sorek satu ini.”Tutupnya .(am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *