LENSARIAUNEWS.COM |PEKANBARU – Pelayanan Rumah Sakit Arifin Achmad menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, salah seorang warga Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Siak, Aritonang menyampaikan hal tersebut kepada wartawan, Kamis (22/6/2023).

Aritonang sebelumnya membawa putri sulungnya YZR (15) untuk konsultasi agar dilakukan pembedahan cabut pen.

Namun, pihak rumah sakit meminta Aritonang untuk menuliskan kronologis peristiwa kecelakaan putrinya, serta meminta laporan Polisi disertakan, sebagai lampiran pembiayaan ditanggung BPJS.

Sayang, Aritonang tidak bersedia menunjukkan surat tersebut, sehingga Aritonang diminta pulang ke Perawang, meski putrinya sudah diopname selama dua hari guna persiapan bedah.

Ironisnya, Aritonang membawa Jamkesda sebagai penanggungjawab pembayaran, pihak RS Arifin Achmad juga menolaknya.

“Anak saya sudah di ambil sempel darah, sudah di Rontgen, bahkan sudah masuk 2 botol infus dan sudah puasa dan akan di operasi sore kemarin tanggal 21 Juni, ternyata gagal,” kata Aritonang, Kamis (22/6/2023).

“Hanya gara gara pembiayaan, bahkan biaya inap dan infus 2 botol sudah masuk kita bayarkan 149 ribu rupiah. Kalau memang belum jelas masalah pembiayaan operasi cabut pen itu, kenapa mereka selalu mengarahkan kami untuk kontrol dan konsultasi sama dokter anak bahkan sampai mengambil sempel darah,” kesal Aritonang.

Aritonang berharap, kekesalannya serta keluhan dirinya ditanggapi Gubernur Riau Syamsuar.

Secara pribadi, saya merasa pelayanan RS Arifin Achmad bertele-tele. Seharusnya mereka awalnya mengutamakan pelayanan dengan menjalankan dahulu operasi putri saya,bukan malah menunggu yang bayar siapa. Tambahnya.

Saya sudah sampaikan bahwa Jamkesda Siak yang talangi biayanya, tetapi mereka bersikeras harus biaya umum.

“Semoga bapak Gubernur bisa mengambil tindakan,” pungkasnya.

Wakil Direktur RS Arifin Achmad Zulkifli saat diminta tanggapannya menyarankan pihak keluarga berkonsultasi ke pihak BPJS.

“Ke BPJS ya bang, Karena ini bidang keuangan abang komunikasin ke bagian pengaduan saja bang,” kata Zulkifli.

Sementara Direktur RSUD Arifin Ahmad drg.Wan Fajriatul Mamnunah.Sp.KG saat dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsApp mengatakan “Saya akan cek kebenarannya dulu” dan sampai saat berita ini ditayang hanya itu saja jawaban dari Dirut RS AA.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *