LENSARIAUNEWS.COM | Pekanbaru – Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Keuangan yang berada dibilangan Jl Tuanku Tambusai, Pekanbaru mendapat sorotan masyarakat. pasalnya, keberadaan gedung sekolah tersebut dinilai melanggar aturan. Karena diduga ada dua gedung dengan sekolah yang sama.

Ketua Forum Pemred Riau (FPR) Rahmat Handayani mengatakan, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Riau harus mengevaluasi sekolah tersebut.

“Sebagaimana yang kita ketahui, selambat-lambatnya 3 tahun sejak berdiri, sekolah tersebut sudah harus memiliki gedung sendiri, baru izinnya diperpanjang.. Sementara, SMK Keuangan yang berdiri sejak tahun 2014 masih memakai gedung tersebut. Dan informasi yang kami dapat, sekolah tersebut dalam operasionalnya menggunakan triple shift. Aturan mana yang mereka pakai?” ucap Rahmat Handayani, Senin (12/6.2023).

Ditambahkan Rahmat, sekolah yang bernaung di bawah payung yayasan tersebut harusnya sudah pindah ke lokasi mereka sendiri yang ada di Jalan Gulama, Pekanbaru.

“Jumlah siswa mereka banyak dan juga sudah punya tanah sendiri, tapi mengapa belum juga pindah dari lokasi sekarang. Pemprov Riau dalam hal ini Dinas Pendidikan Riau harus meninjau kembali keberadaan sekolah tersebut,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Pembina FPR Riau, Yanto Budiman S. Menurutnya, jika memang ada aturan yang dilanggar sekolah tersebut, Disdik Riau harus bertindak tegas.

“Ya, jika hal ini membuat masyarakat resah, alangkah eloknya Disdik Riau mengevaluasi atau meninjau kembali izin operasional sekolah tersebut,” kata Yanto singkat.

Sementara, Kadis Pendidikan Riau, Kamsol hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi.

Pihak Yayasan SMK Keuangan Pekanbaru saat di hubungi media ini mengatakan tidak benar pihak sekolah melaksanakan proses belajar mengajar dengan tiga shif.

“Boleh dicek langsung kesekolah kami, dan kami memang tidak melakukan seperti itu”ucap Kepala Sekolah yang akrab disapa Bu Oca.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *