LENSARIAUNEWS. COM/Pinggir,Riau,”- Perusahaan yang bergerak dibidang Pabrik Kelapa Sawit PT. Mustika Agung Sawit Sejatera (MASS) yang terlatak di tengah-tengah pemukiman masyarakat Penduduk Kelurahan Balai Raja Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis – Riau, diduga telah melakukan pencemaran udara dengan membuang emisi gas yang berpontensi beracun.

Menurut dari hasil temuan beberapa orang awak media online dan cetak dalam melakukan pemantauan terhadap aktifitas PKS PT. MASS Duri, selama dua hari berturut-turut tersebut, terpantau tidak henti-hentinya mengeluarkan Udara Emisi Gas Buang Industri yang diduga mengandung Unsur Kimia (CO. NO. SO SPM. Suspended Particulate Matter O dan CO2-CO dan HC. dugaan pencemaran lingkungan udara yang berpotensi dampak buruk terhadap kesehatan Paru-paru Manusia dan Resiko Glaukoma Kebutaan Mata serta beresiko punahnya flora dan fauna yang juga berpotensi kerugian negara dan masyarakat.

Bahkan tidak hanya itu perkara yang terjadi pada perusahaan pabrik kelapa sawit tersebut”seperti yang pernah diberitakan pada Jumat, 28 Agustus 2020 oleh sejumlah media massa bahwa,”Jonny Tjoa selaku Direktur Utama (Dirut) dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera (MASS). juga pernah menjadi saksi dalam Sidang dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, pada Kamis (27/8/20). yang di seret oleh jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dari sejumlah warga (yang namanya tidak bersedia di tulis dalam berita media) masyarakat yang berdomisili di sekitaran lingkungan Pabrik Kelapa Sawit PT. Mustika Agung Sawit Sejatera menyampaikan, kami sebagai warga disini tidak pernah menerima bantuan CSR dari PKS PT. MASS ini, terkecuali hanya setahun satu kali setiap mau lebaran saja.

Dikonfirmasi kepada managemen PKS PT. MASS Duri, pada Selasa 6 Juni 2023 melalui Humasnya Charles mengatakan, Terkait asap itu merupakan asap dari cerobong boiler pak yang sedang dilakukan pengujian dari pihak pengujian emisi. dalam satu tahun perusahaan ada melakukan pengujian 2 kali pak.,”singkatnya.

(L Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *