LENSARIAUNEWS.COM |PEKANBARU – Bagi pelancong, tamu dan wisatawan yang akan datang ke Pekanbaru, supaya mengenyampingan tempat menginap berbintang empat ini, karena tidak ada kenyamanan dan keamanan bagi tamu. Seperti yang dialami seorang ASN Rohil baru-baru ini yang digerebek Dirkrimum Polda Riau lantaran menerima tamu Wakil Bupati Rohil H Sulaiman di kamarnya.

Seharusnya, hotel sekelas Premiere memberikan keamanan dan kenyamanan bagi tamunya. Dan tidak ada jalur penggerebekan tamu di kamar hanya karena bukan suami istri, kecuali polisi sudah kantongi laporan, atau ada indikasi DPO.

Hal ini diingatkan Ketua Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau kepada semua masyarakat. Karena saat melakukan upaya konfirmasi ke pihak hotel Senin, 29 Mei 2023, pihak hotel tidak mau memberikan keterangan dengan alasan menunggu instruksi pihak kepolisian.

“Ini jelas kan. Pihak hotel tidak mau dan tidak bertanggung jawab atas kejadian itu. Artinya, meskipun bintang empat, hotel itu sudah seperti wisma dan hotel ecek-ecek, digerebek polisi dan tamunya dibawa ke kantor polisi, baru siang dilepaskan. Sudah seperti yang dilakukan Satpol PP Pekanbaru akhir pekan lalu terhadap dua wisma,” ungkap ketua Forwadik Munazlen Nazir.

Harusnya, ungkap mantan wartawan Riau Pos ini, pihak hotel mengutamakan keamanan dan kenyamanan tamunya. Dan mereka memahami jika penggerebekan terhadap Wabup Rohil di kamar lantai 7 hotel mereka yang ditempati salah seorang Kabid di Pemkab Rohil itu, harus pakai surat perintah resmi. Dan saat tamunya dibawa ke Mapolda Riau juga harus memiliki unsur kejahatan atau kesalahan yang jelas.

“Bagi hotel sekelas Premiere, yang notabenenya memiliki tamu yang tidak sembarangan, harus ada jaminan keamanan, kenyamanan. Itu yang dibayar mahal oleh tamu disana,” ujarnya.

Lebih jauh, Munazlen Nazir mengingatkan, apapun alasannya, penangkapan Wabup Rohil di hotel itu penuh kejanggalan. Dan pihak terkait seperti Polda dan juga PHRI serta Asita harus memberikan klarifikasi yang jelas ke masyarakat.

Bagaimana pihak hotel bisa memberikan jaminan keamanan, kenyamanan tamu adalah salah satu poin untuk bisa menaik turunkan klasifikasi bintang hotel itu. Dan Hotel Premiere Pekanbaru, tidak memiliki itu.

Munazlen Nazir, mengingatkan semua pihak untuk lebih cerdas memberikan penjelasan, apalagi mau diviralkan begini. Ini tidak mengeduksi masyarakat dengan kebenaran, malah terkesan membodoh-bodohi masyarakat, tegasnya.

Saat ini, kasus penggerebekan itu sudah viral dimana-mana, tapi semua seakan bungkam dan membiarkan.

“Pagi ini saya baca berita, istri Wabup H Sulaiman bicara ke media, kalau DRS adalah temannya, sering bersama, bukan saja dalam kapasitas kerja suaminya juga urusan pribadi. Dan DRS sendiri adalah kerabat jauh Wabup. Dan dia,.istri Wabup yang meminta tolong suaminya mengantarkan obat ke kamar DRS, saat mana pihak Dirkrimum melakukan penggerebekan. Apa ini. Lawak-lawak atau memang sudah ditargetkan, oleh siapa? Koq menggunakan tangan Dirkrimum Polda Riau ya?” bebernya.

Sebagai seorang wartawan senior di Riau, Munazlen Nazir menilai ini sudah tidak fear. Kalau alasan pengerebekan prostitusi online seperti yang disampaikan Dirkrimum Polda Asep Darmawan saat di telepon, tapi tidak di ekspos berapa hasil tangkapan mereka malam itu. Koq cuma ekspose penangkapan Wabup dan kemudian setelah viral dilepaskan dengan alasan tak ada aduan.

“Itu mereka kan heboh itu, begitu lihat itu, ya balek ke kantor,” kata Asep di telepon.

Saat ditanya apakah mereka bisa kembali saja ke markas tanpa hasil sesuai tugas dari markas, Asep tak menjawab.

GM hotel premiere Pekanbaru saat dicoba konfirmasi oleh media ini tidak memberikan jawaban dan mengarahkan konfirmasi media ke PHRI.

Ketua PHRI Nofrizal dikonfirmasi juga tidak memberikan jawabannya terkait hal ini.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *