LENSARIAUNEWS.com/Pekan Baru– Kebrutalan Debt Collector kembali terjadi di kota Pekanbaru, dimana sebuah mobil Xpander dengan Nomor Polisi BA 1813 QR dirampas ditengah jalan oleh para Debt Collector tepatnya dijalan Sudriman pada Sabtu (19/03/23) siang.

Kejadian ini bermula, saat mobil xpander yang dikemudikan oleh Richi dari jalan jendral sudirman untuk mengantarkan keluarganya, dalam perjalanan beberapa orang Debt Collector menghampirinya, lalu memaksa untuk menyetir mobil dan meminta kunci mobil kepada Richi.

Akhirnya mobil dikemudikan oleh Debt Collector tersebut, hingga diparkirkan disebuah sorum dijalan Soekaeno-Hatta Pekanbaru. Mereka mengeluarkan surat untuk ditandatangani namun Richi menolak. Karena mobil adalah punya keluarganya dan tidak mengetahui adanya tunggakan cicilan.

Diketahui mobil xpander tersebut menunggak cicilan, lebih kurang selama 4 bulan yang mana kalau dilunasi seluruh hutangnya sebesar Rp. 32.500.000 kata Debitur, Eka yang menjadi Debitur di lesing SMS FINANCE Cabang Teluk Kuantan.

Eka sangat menyesalkan perilaku yang ditunjukan oleh para Debt Collector tersebut, mereka semena-mena menghentikan mobil ditengah jalan, padahal hutang tinggal Rp. 32.500.000 jika dinilai pasaran mobil sudah tidak masuk akal untuk ditarek. Ungkap Eka.

Terkait hal ini, Pimpinan Media Online Riau99.NET, Maadil meminta Bapak Kapolda Riau untuk menangkap Debt Collector ini, dijelaskan Maadil tugas Debt coletor itu adalah menagih hutang bukan menarek jaminan itu sudah jelas dalam undang-fidusia (tidak ada hak collector mengambil jaminan) yang berhak hanya juru sita pengadilan. Seperti kejadian di Jakarta Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran dengan tegas memerintahkan kepada anggotanya untuk menangkap Debt collector yang telah semena-mena terhadap masyarakat, dimana waktu itu para Debt Collector menarek mobil Clara Sinta. Lalu Clara Sinta membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Harapan Maadil, kepada Bapak Kapolda Riau, Irjen Muhammad Iqbal tolong kami pak keluarkan mobil keluarga kami dari cengkraman Debt Collector ini, dan segerah ditangkap pak, supaya kami masyarakat nyaman tinggal di Riau ini dibawah kepemimpinan Bapak selaku Kapolda Riau.

Demikian harapan Eka selaku Debitur, kepada Bapak Kapolda Riau. Hingga berita ini akan diterbitkan, Eka masih berunding dengan keluarga untuk melaporkan kejadian ini kepada Pihak Penegak Hukum.

(Rusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *