LENSARIAUNEWS.COM | Pekanbaru, – Meskipun di Riau kasus ginjal akut pada anak-anak masih belum terlaporkan, Pengurus Daerah (PD) Ikatan Perawat Dialisis Indonesia Riau (IPDI) Riau menggelar seminar bertemakan “Advance Dialisys dan Tata Laksana Ginjal Akut Pada Anak”. Seminar kesehatan yang digelar di Awaloeddin Function Hall RS Awal Bross Pekanbaru, Minggu (5/3), diikuti oleh 500 peserta dari 12 kabupaten dan kota di Riau secara online dan offline.

“Hari ini kita menggelar seminar bertemakan advance dialisys dan tata laksana ginjal akut pada anak-anak dalam rangka memperingati Hari Ginjal se Dunia. Tujuan kita membekali teman-teman kita tenaga medis dialisis di Riau bagaimana menghadapi dan menangani kasus ginjal akut pada anak-anak tersebut. Meskipun belum ditemukan satupun kasus ginjal akut pada anak-anak ini di Riau, kita harus persiapkan diri juga. Jadi, ini sebagai bekal kita jika ditemukan kasus tersebut nantinya,” jelas Ketua PD IPDI Riau Ripandra Duper saat ditemui disela seminar Minggu pagi.

Kegiatan yang dirangkai dengan kongres kedua PD IPDI Riau ini, dihadiri oleh Sekretaris IPDI Pusat Dhian Kusumawati S.Kep, Ners. Hal senada diungkapkan Dhian mengenai kasus ginjal akut pada anak-anak yang merebak di tahun 2022 lalu. Seminar ini sebagai bekal pengetahuan bagi teman-teman perawat di Riau menangani kasus ginjal akut pada anak-anak.

“Hingga saat ini penyebab ginjal akut pada anak-anak masih belum ditemukan. Sementara di tingkat dunia kasus ginjal akut pada anak-anak mencapai 329 kasus, dan di Indonesia sendiri mencapai 131 kasus. Namun, di Riau belum ditemukan satupun kasus ginjal akut pada anak-anak tersebut dan mudah-mudahan tidak ada. Harapan saya dengan seminar ini teman-teman perawat di Riau dibekali pengetahuan dan jika ditemukan mereka sudah punya ilmunya dulu,” tutur Dhian kepada awak media di Pekanbaru.

Sekretaris DPW PPNI Provinsi Riau H Suhud mengharapkan kegiatan seminar ini bisa meningkatkan kualitas tenaga perawat dialisis khususnya dalam membantu pasien untuk sembuh nantinya.

“Harapan kedepannya tentu saja perawat IPDI ini bisa berkontribusi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan standard. Mereka diharapkan bisa satu visi dan misi sesuai yang disarankan oleh WHO, peraturan dari kementrian kesehatan yang berlaku di negara kita dan menjalani dengan baik dan memberikan yang terbaik pada masyarakat,” tutup Suhud mengakhiri wawancara usai seminar kesehatan PD IPDI Riau tersebut.

Seminar kesehatan PD IPDI Riau ini juga dirangkai dengan kongres PD IPDI Riau ke dua untuk memilih pengurus PD IPDI Riau periode 2023-2028.

 

Redaktur.  : Hamzah

Liputan.     : Hanny

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *